MASIH ADAKAH KASIH DALAM DUNIA?

Photobucket
            Saya pernah menonton sebuah rekaman CCTV tentang seorang anak yang terlindas mobil di china. Sungguh ironis menyaksikan kejadian tersebut dimana orang yang lalu-lalang  melihat kejadian tersebut seakan-akan tidak mempunyai kasih atau kepedulian lagi. Dari sekian banyak orang yang melihat anak itu, hanya seorang yang tergerak hatinya untuk menolong, itupun dia seorang pemulung dan hanya mengeser anak itu ke pinggir jalan.

            Dari kejadian tersebut saya teringat dengan firman Tuhan yang tertulis dalam Matius 22:36-40
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

            Pada hukum kedua Yesus mengajarkan umatnya untuk saling mengasihi, bahkan kita harus mengasihi orang lain seperti mengasihi diri kita sendiri, saya mengatakan bahwa tidak mungkin kita bisa melakukan hukum pertama kalau kita tidak bisa melakukan hukum yang kedua. Memang kenyataannya dalam dunia sekarang ini kejadian seperti di china itu sudah banyak terjadi, dan bahkan kalau kita bandingkan dengan binatang, seakan-akan kasih binatang terhadap sesama lebih tinggi dari manusia. Mari kita perhatikan gambar dibawah ini:

            Sungguh ironis melihat gambar disamping padahal kita adalah ciptaan Tuhan yang diberikan kelebihan daripada anjing tersebut. Oleh karena itu marilah kita merenungkan dan mempraktekkan firman Tuhan untuk saling mengasihi. Memang dalam hal mengasihi banyak permasalahan atau cara untuk melakukannya agar kita, oleh karena itu kita perlu Roh Kudus agar kita dibimbing dan di beri roh hikmat untuk melakukannya. Karena dunia akan menghalangi kita untuk melakukannya lewat rintangan2 dan pemikiran-pemikiran negative sehingga kita susah untuk melakukannya, tetapi dengan kehadiran Roh Kudus kita bisa bijaksana dan mempunyai rasa damai untuk melakukannya.
Saya mengingat perumpamaan Yesus dalam Luk 10 : 29 -37

29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
30 Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
37 Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”
    
          Bukankah perumpamaan diatas sama dengan kejadian dichina? Dan saya melihat perumpamaan tadi menunjukkan dunia sekarang.
-         Banyak pemuka-pemuka agama hanya berbicara, tapi tindakannya?
-         Banyak pelayan-pelayan yang mengenal Tuhan, tetapi tindakannya?
-         Banyak pejabat-pejabat, tetapi kasihnya terhadap orang lain?

Tetapi jangan takut, Tuhan masih bekerja dan akan memberikan kasih itu walau melalui orang yang mungkin melakukannya secara teori, seperti perumpamaan diatas yang memberikan kasih adalah orang samaria. Orang samaria adalah gambaran orang yang tidak mengenal Tuhan, akan tetapi dia memberikan kasih….

Kesimpulannya : Tidak perlu jabatanmu, tidak perlu pelayananmu dan tidak perlu jerih lelahmu di gereja kalau kita tidak bisa melakukan seperti yang dilakukan orang samaria tadi. Dan bagi kita yang dalam pergumulan, penderitaan dan kalau saat ini kita berada dalam lembah kelam, percayalah kasih masih ada, asal kita mencari kerajaan Allah terlebih dahulu ….. Mari kita dengar lagu di bawah ini











Tidak ada komentar:

Posting Komentar